Tuesday, April 9, 2013

Agama dan Pancasila



Agama dan Pancasila

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Keberadaan Pancasila sebagai Ideologi negara Indonesia memang membawa pengaruh besar untuk bangsa ini. Namun dimasa sekarang ini, keberadaan pancasila disalah gunakan dan terkesan tidak membawa pengaruh bagi Indonesia. Indonesia merupakan negara yang beragama, ada 6 agama yang di akui yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghuchu. Namun seringkali permasalahan ini terjadi di Indonesia baik masalah pertengkaran/perdebatan/penghinaan antar agama agama maupun dalam agama itu sendiri, salah satu yang lagi menjadi bahasan media massa selama sebulan lebih adalah masalah antara guru spiritual dan muridnya (Eyang subur dan Adi Bing Slamet). Adi Bing Slamet (Mantan murid Eyang Subur) merasa dirugikan selama mengikuti Eyang yang pernah menjadi guru spiritualnya. Ia mengaku sang mantan guru pun sering mengajarkan aliran sesat kepadanya, memorot hartanya, dan menggoda istrinya dan wanita lain. Hal ini terus menerus terbahas dan semakin memanas. Ini merupakan salah satu bukti betapa malangnya seorang sosok yang harusnya menjadi tokoh agama malah menjadi tokoh kesesatan. Ini juga membuktikan betapa orang tidak percaya diri, tidak dekat dengan Tuhan nya, dsb. Jika kita menghubungkan permasalahan ini dengan Pancasila, khususnya sila pertama yang berbunyi :"Ketuhanan Yang Maha Esa", akan timbul banyak pertanyaan. Jika Adi Bing Slamet dan kawan kawan selebriti mengingat sila pertama pada Pancasila, mungkin hal ini tidak akan terjadi. Untuk apa seorang guru spiritual dalam kehidupan ini? Berpengaruh besarkah ia? Mungkin ia akan memberikan solusi dalam permasalahan kita, tapi tidak untuk jalan keluar. Sebab hanya Tuhan lah yang mampu memberikan jalan keluar. Setiap warga negara Indonesia harus percaya dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.   

Makna sila Ketuhanan Yang Maha Esa


1. Negara kita adalah negara yang berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa. 
2. Negara memberikan jaminan kebebasan kepada warga negara untuk memeluk salah satu agama atau kepercayaan sesuai dengan keyakinan masing-masing.satu agama atau kepercayaan sesuai dengan keyakinan masing-masing.
3. Kita tidak boleh memaksakan seseorang untuk memeluk agama kita atau memaksa seseorang pindah dari satu agama ke agama yang lain.seseorang pindah dari satu agama ke agama yang lain. 
4. Dalam hal ibadah negara memberikan jaminan seluas-luasnya kepada semua umat  beragama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk  beragama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk  melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.
5. Setiap warga negara Indonesia harus percaya dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Ibadah adalah perbuatan menghambakan diri kepada Tuhan YangMaha Esa yang didasari kekuatan mengerjakan perintahnya dan menjauhi larangannya.Maha Esa yang didasari kekuatan mengerjakan perintahnya dan menjauhi larangannya.
Agama adalah ajaran, terutama didasarkan antara hubungan manusia dengan TuhanYang Maha Esa, dengan sesama dan dengan alam sekitarnya berdasarkan suatu kitabYang Maha Esa, dengan sesama dan dengan alam sekitarnya berdasarkan suatu kitab suci.
Semua agama memiliki ajaran-ajaran yang menjadi patokan norma dan keutamaan-keutamaan moral bagi setiap penganutnya. Setiap agama mengajarkan kebaikan dan keadilan yang patut dijalankan oleh setiap anggotanya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Jika dikaji lebih dalam, semua ajaran dari setiap agama sebenarnya terangkum jelas dan tegas dalam kelima sila Pancasila. Maka menurut saya, antara Pancasila dan agama secara tidak langsung terdapat sebuah hubungan teologis-dogmatis yang mesti diterjemahkan dalam praksis hubungan antaragama. Umat beragama semakin Pancasilais dan Pancasila semakin ”dimuliakan” jika kelima silanya tidak hanya dimuliakan dalam kata-kata belaka melainkan diaktualisasikan dalam perbuatan konkret yaitu hubungan antaragama dalam kerangka menyelamatkan bangsa dari konflik antarumat beragama.

Jadi, menurut saya tindakan banyak artis yang memilih untuk mencari solusi permasalahan pada guru spiritual kurang baik adanya. Alangkah lebih baik jika kita meminta solusi pada Tuhan agar tidak terjadi kekeliruan dan agar kiranya mendapatkan kepastian dari Tuhan.
Fakta sosial bahwa banyak umat agama yang terpuruk bukan berarti agama itu salah atau gagal. Pandangan bijak seperti ini sebenarnya telah diucapkan oleh para wakil Komisi I di sidang Konstituante ini. Kiranya pernyataan ini adalah pernyataan bijak yang abadi. agama apapun dalam sejarah bangsa dan negara di dunia ini banyak yang mengalami kegagalan dan kehancuran, hal ini dikarenakan penguasa saat itu tidaklah demokratis dan menjunjung keadilan bagi terciptanya kesejahteraan rakyatnya. Hal itu diperparah oleh elite penguasa dan agama yang korup, mementingkan kepentingan diri sendiri dan kelompoknya. Pancasila juga mengalami hal itu terutama sejak (dan bila) penguasa melupakan tujuan dari pancasila itu sendiri yakni menciptakan keadilan sosial dan ekonomi bagi seluruh rakyatnya. Jadi bukan salah Pancasila apalagi Agama bila suatu bangsa terpuruk, namun lebih daripada itu semua dalah kesalahan elite penguasa dan agama yang rakus pada kekuasaan dan kemakmuran diri sendiri. Namun demikian, dibanding dengan agama yang selalu eksklusif sifatnya, Pancasila dengan nilai demokratisnya lebih menjanjikan bagi suatu kebangsaan yang multi-segalanya seperti Indonesia ini. Pada intinya, Semua agama memiliki ajaran-ajaran yang menjadi patokan norma dan keutamaan-keutamaan moral bagi setiap penganutnya. Setiap agama mengajarkan kebaikan dan keadilan yang patut dijalankan oleh setiap anggotanya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Jika dikaji lebih dalam, semua ajaran dari setiap agama sebenarnya terangkum jelas dan tegas dalam kelima sila Pancasila. Maka menurut hemat saya, antara Pancasila dan agama secara tidak langsung terdapat sebuah hubungan teologis-dogmatis yang mesti diterjemahkan dalam praksis hubungan antaragama. Umat beragama semakin Pancasilais dan Pancasila semakin ”dimuliakan” jika kelima silanya tidak hanya dimuliakan dalam kata-kata belaka melainkan diaktualisasikan dalam perbuatan konkret yaitu hubungan antaragama dalam kerangka menyelamatkan bangsa dari konflik antarumat beragama.

Referensi :
http://www.scribd.com/doc/9137527/Makna-Sila-Ke-Tuhanan-Yang-Maha-Esa
http://unikpol.blogspot.com/2012/09/hubungan-pancasila-dengan-agama-di.html

Post a Comment